
Maunya ini aku posting dari awal bikin blog, namun baru sempat sekarang soale gak ada fotonya...
Awalnya aku ingin usaha warnet dan jualan pulsa, namun istriku yang asli Blitar lagi kena virus "mak yuss" pak Bondan punya ide lain. Istriku ingin buka warung makan. Terus terang aku tidak ada bayangan untuk buka warung makan. Masakan istriku yang asli Blitar cenderung pedas dan asin jadi apa mungkin cocok dengan ciri masakan orang Kudus / jawa tengah yang cenderung manis.
Nampaknya niat istriku sudah kuat, akhirnya tanggal 30 Mei 2007 warung 18 dibuka. Menu Spesialnya Nasi Rawon dan Pecel Blitar.
Nasi Rawon di warung 18 terbuat dari daging iga sapi. Jadi betul betul empuk. Biasanya sih kalau 1 porsi nasi Rawon daerah Surabaya sekitarnya lengkap sama telur asin dan kerupuk Udang, namun di warung 18 kami buat terpisah tergantung selera.
Untuk nasi pecel di warung 18 sebenarnya sih mirip nasi pecel Madiun, di beri nama pecel Blitar karena kebetulan istriku asli Blitar. Soalnya dulu ada yang pernah tanya beda antara pecel Blitar dengan Madiun. Biasanya 1 porsi pecel terdiri dari sayuran dan bumbu pecelnya, tahu, tempe, ketimun, kemangi, dan terakhir peyek kacang. Mungkin kalau daerah Tulungagung atau Madiun ada tambahan sambel tumpang, atau sambel goreng dan lain lain tergantung selera.

Selain menu diatas di warung 18 juga ada nasi Sop, Lodeh dan Campur. Kebanyakan pengunjung di warungku adalah orang asal jawa timur yang kerja di Kudus, atau orang Kudus yang dulu mereka pernah sekolah atau kerja di jawa timur.
Untuk minuman spesialnya menyusul ya.... nanti kalau sudah ada fotonya.
Selengkapnya...